Posts

Showing posts from December, 2018

Penting Mana Pengalaman atau Pendidikan

Perdebatan” tentang pendidikan atau pengalaman yang lebih penting dalam karier seolah tak pernah berhenti. Para pemilik gelar akademis menawarkan pengetahuan dan keahlian teknis yang tinggi. Sementara itu, yang sudah bekerja tahunan membawa pengalaman praktis yang sudah terbukti keberhasilannya. Idealnya, setiap karyawan memiliki kombinasi kedua kualitas tersebut. Namun tentu saja kualitas ideal ini tak selamanya bisa didapat. Anda mungkin termasuk salah satu dari dua golongan ini, namun rasanya tak perlu memperdebatkan lebih lanjut, karena kedua kualitas ini bersifat saling melengkapi. Mempelajari kelebihan masing-masing jutstru akan memberi Anda kesempatan untuk belajar dari satu sama lain. Dianjurkan tidak mengharapkan asal memegang gelar sarjana, Anda akan aman-aman saja. Alasan dari kebanyakan perusahaan mencantumkan syarat pengalaman kerja beberapa tahun ketika mencari sumber daya manusia baru ialah agar: • Pengetahuan pelamar kerja akan seluk beluk industri/bidang u...

Cara mengatasi gugup wawancara?

Gugup saat wawancara kerja merupakan suatu hal yang wajar terjadi kepada career seeker terlebih untuk fresh graduate yang baru pertama kali menghadapi wawancara kerja. Anda pasti sangat memahami betapa gugupnya ketika hari wawancara kerja itu tiba. Bagaimana tidak gugup, di sini Anda akan berhadapan langsung dengan seseorang yang baru ditemui dan memiliki peran pending dalam karir Anda yang akan datang. Untuk mensiasati rasa gugup, Anda bisa lakukan beberapa hal berikut ini sebelum mendatangi wawancara kerja. Datanglah lebih awal dari jam yang di jadwalkan Terkadang datang di waktu yang cepat saat wawancara kerja lebih baik daripada datang di waktu yang tepat. Usahakan untuk datang lebih awal, setidaknya 30 menit sebelum waktu wawancara kerja dimulai. Hal ini dimaksudkan agar Anda dapat menenangkan diri, mengambil nafas, tidak terburu-buru, dan bisa merapikan pakaian. Datang lebih awal juga bisa menandakan bahwa Anda sudah menghargai waktu pewawancara yakni HR di perusahaan tersebut,...

5 Type Pemimpin

“No amount of personal competency can compensate for personal insecurity.” —Wayne Smith "If we desire to grow and reach our potential, we must pay more attention to our character than our success." —John C. Maxwell "Exceptional leaders distinguish themselves because of superior self-leadership." —Daniel Goleman When it comes to what’s going on in the organization, leaders are either making it happen (good or bad), allowing it to happen (good or bad), or preventing it from happening (good or bad). Ultimately, the top leader is responsible, whether they accept responsibility or not. High-impact, transformational leaders know this and take responsibility for everything that is happening. Meanwhile, low-impact leaders avoid taking responsibility for what’s happening as they search for others to blame. They create a tremendous amount of distrust throughout the organization as they try to maintain power and control. It takes a very high degre...

5 Kesalahan dalam membuat CV

Your resume is the first point of contact that you have with a potential employer, and you want it to make an impression. The thing is, you want it to be an overwhelmingly positive impression, and you want that feeling to stay with the employer until they get the opportunity to interview (and hopefully hire!) you. Hiring managers and employers see hundreds of resumes when looking for new employees and quickly become adept at filtering through them and being able to tell the good from the bad in a split second. For this reason, you need to make sure that your resume is not being put into the “bad” pile. Here are five mistakes to avoid, so you can create the stand-out resume you need. 1. Poorly Formatting Your Resume It is true that the content of your resume is what matters and that a good resume is not the one with the most interesting font or best layout . However, the way you present information on your resume matters; a poorly formatted resume could affect how enthusias...

Hati hati 4 jenis hutang ini

Ibarat dua sisi mata pisau, utang merupakan hal yang bisa membawa dampak positif atau negatif terhadap pengutang atau pihak pemberi utang tergantung dari penggunaan dan penghasilan yang dimiliki. Apabila Anda menggunakannya untuk menghasilkan keuntungan lain, maka membayar utang mungkin bukan menjadi suatu masalah. Akan tetapi, kalau Anda tidak memiliki penghasilan, maka utang tersebut tentu akan menyusahkan diri sendiri. Menurut berita yang dilansir oleh Swara Tunaiku, baiknya kita hindari empat jenis utang berikut, agar tidak merugikan diri sendiri seperti berikut ini. 1. Utang untuk Foya-foya Utang jenis ini akan memberikan dampak yang buruk dan bersifat menyusahkan. Hal ini disebabkan karena utang ini ditujukan untuk memenuhi nafsu duniawi dan keegoisan diri tanpa memikirkan sebab akibat yang akan ditimbulkan. Nafsu duniawi bisa berupa keinginan untuk liburan, belanja, dan hal-hal lainnya yang mengeluarkan banyak biaya. Anda tentu saja akan kesusahan untuk melunasi utang jenis...